Kamis, 27 Desember 2012
Selasa, 25 Desember 2012
BERHARAP BISA MEMILIKI DIA
Aku tak merasa kalah dalam penantian ini....aku hanya merasa lelah yang teramat sangat....setelah sekian lama aku menunggu menanti jawabanyaa..aku mungkin belum kalah..tapi mungkin aku kecewa..berlahan tapi pasti rasa kecewa ini mulai ku rasakan....dan aku tak akan pernahlari darimu...walau rasa luka ini masih ada....
-salam manis-
yusuf
Selasa, 18 Desember 2012
PENATIAN PANJANG
Aku tersenyum menatap sun set yang indah di pinggir pantai bersama lelaku yang sangat aku cintai. Kak Tyo,dialah kekasihku yang baru satu bulan ini mewarnai hari-hariku. Ya,sudah 1 bulan aku dan dia menjalin hubungan. Aku merasa sangat nyaman berada di sisinya. Dia mampu membuatku tersenyum,membuatku tertawa dan membuat segala yang ada hidupku menjadi berwarna. Aku tak bisa membayangkan jika hari-hariku tak ditemani olehnya. Kak tyo adalah cinta pertama bagiku. Walaupun dia bukan pacar pertamaku. Namun dia adalah orang yang pertama kali memperkenalkanku dengan arti cinta sesungguhnya. Rasaku padanya tak bisa kutuliskan dengan jelas oleh tinta. Yang aku tahu,aku sangat mencintainya,dan tak mau kehilangannya.
Gina,dia adalah sahaba sekaligus teman sebangkuku di sekolah,yang dengan setia selalu mendengarkan curhatanku tentang Kak Tyo. Gina tahu persisi tentang perasaanku terhadap lelaki itu. Bahkan jika aku ada masalah dengan kak Tyo,dialah orang pertama yang kudatangi untuk menciratakan masalah kami. Dan pastinya dia akan menjadi pendengar setia curhatanku. Hingga akhirnya ketakutanku berubah menjadi nyata ...
****
Sore itu aku sedang membeli buku bersama teman cowok sekelasku - Rian,di mall. Dan sungguh aku tak menyangka bahwa Kak Tyo melihat kami berdua dan mengira ada hubungan di antara kami.
Malam itupun menjadi malam air mata bagiku. Karena Kak Tyo memutuskan semua tali cinta yang sudah W setengaj bulan ini kami rajut. Ia memutuskan begitu saja hubungan kami,tanpa melihat hatiku yang hancur berantakan. Aku benar-benar tak bisa melakukan apa-apa lagi. Entah berapa banyak sudah air mata yang jatuh mambasahi pipiku,berapa banyak sudah kata-kata yang keluar dari mulutku,yang intinya aku tidak Kak Tyo pergi dari sisiku. Berkali-kali kujelaskan bahwa tak ada sesuatu apapun di antara aku dan Rian. Namun percuma,kak Tyo tatap tak mengubah keputusannya.
"Rasa sayang kakak cepet hilang,kalo orang itu udah nyakitin kakak" kata-kata inilah yang keluar dari mulut kak Tyo,setiap kali aku meminta maaf padanya. Namun dia tetap pada keegoisannya. Ia tetap pergi meninggalkanku. Seoal-olah sudah tak sayang lagi padaku.
Dan yang bisa ku lakukan saat itu hanyalah menangis dalam pelukan Gina. Kata-kata Gina yang menghiburku,tetap tak ku indahkan. Aku terlalu sibuk dengan hatiku yang hancur. Hanya air matalah yang mampu berbicara saat itu. Menggantikan bibir yang sudah tak mampu mengucapkan kata-kata. Hidupku tanpa kak Tyo,bagaikan sebuah pil pahit yang harus kutelan tanpa harus meminum air.
***
Semenjak kak Tyo memutuskan hubungan kami,ia jarang menghubungiku. Telpon serta sms-smsku tak di indahkannya. Ya..dia masih sibuk dengan keegoisannya yang tidak memikirkan diriku di sini-yang masih mengharapkan dia kembali dalam pelukku. Namun lagi dan lagi,aku hanya bisa menangis.
"Udahlah oliv..ngapain kamu mikirin kak Tyo..yang jelas-jelas cuma nyakitin kamu.." Kata Gina "nanti malah kamu tambah sakit liv.." Sambungnya. Aku menarik nafas dalam-dalam.
"Aku gak peduli Gin..yang aku tahu..aku sayang kak Tyo..aku masih ngarepin dia kembali Gin.." Kataku sambil meneteskan air mata.
"Iya aku tahu..tapi gak sebaiknya kamu kaya gini terus..liat tuh..di bawah mata kamu ada lingkaran hitam,kamu sering tidur tengah malam yaa.." Ucap Gina khawatir.
"Kak Tyo bener-bener udah ngerubah hidup aku Gin..dia pergi di saat aku sayang banget sama dia..dia sama sekali gak mikirin perasaan aku Gin..aku gak kuat..aku lemah tanpa dia.." Kataku masih dengan air mata yang terurai.
Gina memelukku,dia tahu persis keadaanku yang sangat lemat saat itu. Dan tiba-tiba aku merasa tulang belakangku sangat nyeri. Seperti terkena hantaman kayu yang sangat kuat. Hingga nyeri itu mematikan kesadaranku. Aku pingsan !!
****
Aku terbangun,dan kulihat mama, papa,kak Loli dan Gina mengelilingi tempat tidurku. Mata mereka terlihat sembab,seperti orang yang habis kebanjiran air mata.
"Mama..aku gapapa kan?" Kataku. Namun saat aku hendak bangun,nyeri di tulang belakangku datang lagi. Kali ini aku benar-benar tak bisa bergerak. Aku seperti terkena lumpuh total. Dan kulihat air mata mama yang kian menderas. Aku bingung.
"Mama kenapa ma? Aku gapapa kan..aku baik-baik ajakan ma..pa.." Kataku. Namun semua tetap bungkan. Seolah tak mendengar suaraku yang parau. "Kak Loli..Gina.. Aku kenapa..kenapa tubuh aku sangat nyeri kalo aku gerak? Kenapa mama sama papa nangis? Kenapa..jawabb.." Sambungku dengan air mata yang mulai menetes.
"Olivia..kamu sabar yaa dek.." Kata kak Loli.
Sabar??? Apa maksudnya. Apa sesuati telah terjadi padaku?
"Olivia.." Kali ini papa angkat bicara. "Olivia harus kuat ya..Olivia harus janji gak bakalan ninggalin kita semua di sini.." Kata papa.
"Aku kenapa pa? Apa aku sakit?" Kataku menanggapi kata-kata papa.
"Oliv..Olivia terkena kanker tulang belakang sayang.." Sambung papa.
Aku benar-benar tak bisa berkata apa-apa. Lagi dan lagi,air mata mengalir deras membasahi pipiku.
"Oliv udah di vonis dokter,bahwa hidup oliv gak bertahan lama..hanya sekitar.." Kata papa terputus.
"Sekitar berapa pa? Berapa lama aku bisa bertahan?" Kataku dengan suara yang terbata.
"Sekitar 2 bulan sayang.." Kata papa akhirnya.
Kulihat wajah mama yang bersembunyi di balik bahu papa. Aku tahu perasaan mama saat itu. Beliau tak kuasa memandang ke arahku. Beliau tak bisa berkata apa-apa. Yang ia bisa hanyalah menangis. Lengkap sudah penderitaanku. Setelah kehilangan kak Tyo,aku juga harus berjuang melawan penyakit ganas yang mematikan ini, Kanker Tulang !!
Aku menangis. Kulihat wajah Gina yang basah oleh air matanya. Dan dia mengembangkan senyum getirnya ke arahku. Ya..dia adalah orang yang munafik. Dia masih bisa tersenyum menutupi kesedihannya. Dari dialah aku beljar tegar mengahadapi masalah apapun. Kulihat semua orang di ruangan itu tengah terdiam dengan air mata yang terus berbicara. Aku mencoba tersenyum.
"Mama..papa..kak Loli..Gina..udah ya,gak usah nangis lagi..aku bakal berjuangmelawan penyakit ini,supaya aku tetap di sini sama kalian semua..kalian do'ain aku yaa" kataku.
"Kita pasti do'ain kamu sayang" kata mama.
"Dalam do'a kita..nama kamu selalu hadir liv.." Kata Gina masih dengan senyum getirnya.
"Maksih yaa..tapi..kalo nanti aku pergi..kalian jangan terus-terusan sedih ya..aku pergi karena udah takdir aku..Tuhan udah ngatur semuanya..dan aku yakin.. Tuhan pasti akan memberikan pengganti aku yang lebih baik dari aku.." Kataku dengan air mata yang sudah agak mereda.
"Kita semua sayang oliv..oliv pasti kuat menjalani semua ini..anak papa Olivia adalah gadis yang kuat..papa percaya itu.." Kata papa.
Ya..papa adalah orang yang percaya bahwa aku kuat. Dan benar,dari kecil sampai sekarang,papalah yang membuat aku percaya,membuatku kuat,dan membuat aku menjadi seseorang.
"Aku sayang papa..sayang mama..sayang kalian semua" kataku akhirnya.
****
Sore itu,aku terduduk di kursi roda yang didorong oleh Gina. Menikmati udara sejuk di taman RS. Tiba-tiba aku teringat kak Tyo.
"Gimana ya kabar kak Tyo sekarang..apa dia baik-baik aja..aku kangen dia..kangen banget.." Kataku sambil menatap langit sore yang berwarna keemasan.
"Sabar ya liv..kak Tyo pasti juga kangen kamu..percaya deh" kata Gina.
"Kayanya mustahil deh.." Kataku tersenyum sinis.
"Harus optimis dong..gini aja..kamu titipin salam kangen kamu ke kak Tyo melalui mega-mega yang cantik itu deh..kamu yakin kan..mega-mega itu pasti melewati tempat kak Tyo berada" kata Gina.
Ya..awan sore itu memang terlihat sangat cantik. Aku tersenyum.
"Awan-awan yang cantik..titip salam kangen aku buat kak Tyo yaah..sampein ke dia kalo aku kangen banget sama dia..aku masih sangat menyayanginya.." Kataku dengan memejamkan mata.
Gina tersenyum melihatku.
"Oh ya..titp pelukanku buat dia juga ya" sambungku.
"Jangan lupa lewat sini lagi ya awan..kasih tau balesan kak Tyo..hihi" ucap Gina. Aku tertawa kecil mendengarnya.
****
Pukul 09:00 minggu pagi tepatnya tanggal 10 agustus. Gina sudah berada di bangku taman bersama Kak Tyo. Ya..tanpa sepengetahuan Olivia,Gina menemui kak Tyo,untuk memberi tahu keadaan Olivia sekarang. Gina menceritak semua tentang keadaan Olivia,vonis dokter,sampai perasaan Olivia yang masihmencintai kak Tyo. Kak Tyo terlihat melamun setelah Gina selesai menceritakan semuanya.
"Gina harap kak Tyo mau menemui Olivia" kata Gina.
"Gin..kakak udah gak sanggup ngebohongin diri kakak sendiri..kakak emang masih sayang sama Olivia..kakak gak bisa ngelupain dia.." Kata kak Tyo.
"Trus kenapa kaka Tyo gak bilang itu ke Oliv? Gengsi? Norak ya kakak! Kakak tau gak..Oliv gini juga karena terlalu capek mikirin kakak! Tapi kakak gak ngerti sama sekali sama perasaan oliv.." Kata Gina marah.
"Iya,kakak emang salah,kakak bodoh,bodoh banget..kakak mau minta maaf sama dia.." Kata kak Tyo.
Tiba-tiba kak Tyo membisikan sesuati di telinga Gina. Sepertinya sebuah rencana. Gina nampak tersenyum mendengar kata-kata kak Tyo. Setelah itu ia mengacungkan jempolnya ke arah kak Tyo.
***
Pukul 18:30. Aku terbaring di atas ranjang rumah sakit. Saat itu hanya ada mama. Karena papa masih ada urusan di kantornya. Gina dan kak Loli dari tadi sore tak kelihatan batang hindungnya.
Tiba-tiba pintu terbuka dan sosok lelaku yang selama ini kurindukan muncul dari balik pintu. Kak Tyo..
***
Aku terduduk di kursi roda. Dan di sampingku berdiri kak Tyo. Saat itu kamu berada di lantai atas menatap bintang dengan tanganku yang di genggam erat oleh kak Tyo. Kak tyo tersenyum ke arahku dan membelai rambutku yang terurau panjang denga lembut.
Kubalas senyumnya dan tiba-tiba kembang api yang sangat indah muncul dia gelapnya langit sanagat itu. Cahaya dari kembang api tersebut sangat indah. Aku terpaku menatapnya. Tiba-tiba kak Tyo berlutut di hadapanku.
"Kakak.." Kataku.
"Adek..kakak sayang sama adek..kakak gak bisa terus-terusan bohongin diri kakak..kakak sayang adek..maafin kakak yaa..karena kesalahan kakak kemaren.." Kata kak Tyo dengan lembut,sambil menggenggam tanganku.
"Kakak..adek juga sayang kakak..tapi..keadaan adek sekarang.." Kataku terputus.
"Kakak gak peduli..yang penting kakak sayang adek..adek mau kan balekan sama kakak?" Kata kak Tyo lagi.
Aku mengangguk dengan cepat. Tiba-tiba kak Tyo mencium keningku. Dan saat itu juga,ratusan balon terlihat melayang-layang di langit. Aku terpaku menatapnya. Aku memang sangat menyukai balon. Namun balon itu terlihat sangat indah,karena di dalamnya ada lampu yang berwarna-warni.
"Balonnya bagus banget..ini semua.."Kataku sambil beralih menatap kak Tyo.
"Iya,ini semua kakak yang siapin buat adek" kata kak Tyo tersenyum puas.
Aku tersenyum sambil terus menggenggam erat tangan lelaki itu.
***
Sudah satu bulan aku di rawat di rumah sakit. Saat itu tanggal 10 september. Hari itu adalah hari yang special bagiku. Hari itu adalah hari ulang tahunku sekaligus hari dimana hubunganku dengan kak Tyo menginjak 1 bulan. Aku tersenyum puas hari itu. Aku merasa kebahagiaan sangat berpihak kepadaku.
Tak lama kemudian,papa dan mama memberikan kejutan kepadaku dengan membawakan sebuah kue tart besar berwarna ungu,nice cake!! Kak Loli dan Gina pun tak mau ketinggalan,mereka membawakanku boneka winnie pooh besar kesukaanku. Kak Tyo pun tak mau ketinggalan,ia membawakanku kue tart berhias winnie the pooh dan balon berwarna ungu. Sungguh kebahagiaan yang sangat tak bisa kulupakan.
***
Sore itu..masih dalam hari ulang tahunku. Aku terduduk d kursi roda yang didorong oleh kak Tyo di taman rumah sakit. Masih teringat olehku,saat aku menitipkan salam kangenku melalui mega-mega cantik,untuk kak Tyo. Dan saat ini,lelaku itu berada di sampingku sambil menggenggam erat tanganku. Aku bahagia sekali.
Namun saat aku tengah menikmati udara segar sore itu bersama kak Tyo,nyeri di tulang belakangku datang lagi. Bahkan saat ini sakitnya lebih hebat dari sebelm-sebelumnya. Kak Tyo yang panik langsung berteriak mencari suster. Dengan panik, suster-suster itu membawaku k ruang ICU. Saat suster hendak menutup ruang ICU tersebut,aku menahannya. Aku ingin mengatakan sesuatu kepada semuanya.
"Mama,papa,kak Tyo,Gina kak Loli..kalo nanti aku keluar dari ruangan ini dengan tubuh yang udah gak bernyawa lagi..ikhlasin aku pergi yaa..Tuhan udah ngabulin semua permintaan aku..kalau memang Tuhan akan ngambil aku sekarang..aku rela..aku rela kalo hari ulang tahun aku..juga hari jadi aku bersama kak Tyo..menjadi hari terakhir aku menatap senyum kalian..menatap sinar mentari..aku relaa..aku sayang kalian semua.." Kataku terbata.
"Mama sama papa sayang oli.." Kata mama beruaraian air mata.
"Oliv sahabat terbaik Ginaa" kata Gina.
"Olivia adalah adek terhebat kakak.." Kata kak Loli.
"Kakak sayang adek..kakak cinta adek .. Maaf buat semuanya sayang.." Kata kak Tyo.
"Iyaa..aku juga sayang kalian semua..mama papa..maafin kesalahan aku yaa" kataku akhirnya.
Dan akhirnya ruang ICU di tutup. Aku sudah tak sadarkan diri. Dokter terus berupaya menyelamatkanku dengat segala atal-alatnya. Namun takdir berkata lain. 10 september hari ualng tahunku,hari jadiku bersama kak Tyo,menjadi hari terakhirku menatap sinar mentari. Dunia sudah tak memperkenankanku untuk melangkah di atasnya. Namun aku pergi dengan tenang. Dengan kasih sayang mama papa,kak Loli, kasih sayang sahabat terbaikku,dan cinta lelaki yang sangat kucintai. Semua itu tertanam di hatiku.
"Kakak sayang adek..Tuhan..jaga Olivia baik-baik di sana yaa..jangan biarka dia tersakiti..dia adalah gadis yang sangat baik..Oliv..tunggu kakak disana ya..kakak pasti bakal nyusul adek..love you sayang.." Kata-kata kak Tyo mengiri kepergianku hari itu.
Aku tersenyum menatap keluargaku,sahabatku dan lelaku yang ku cintai dari atas.. Aku yakin Tuhan akan menjaga mereka semua.. :)
Ya.. Cinta yang tulus akan membuahkan ketulusan juga..jangan takut untuk mencintai seseorang yang tidak mencintai kita..karena tanpa kita sadari..Tuhan talah menitipkan sebagian hati kita di dalam hati orang itu..dan yakinlah bahwa orang itu akan menjadi milikmu selamanya... :)
Jumat, 14 Desember 2012
AYA AYA WAELAH
Aku sadar,aku tak sempurna,,tetapi kau menyempurnakanku dengan cintamu.Aku selalu berusaha mencintai segala kekuranganmu hingga lebihmu,,mungkin aku bukan yang terbaik bagimu,tapi yakinlah akan ketulusanku karna bagiku mencintaimu adalah kebahagiaanku.............
CUMA KATA MAAP YANG AKU BISA
sungguh aq tak bermaksud tuk menduakn mu tapi ada seorang wanita mampuh mengetuk dan membuka celah d hatiku,sehingga aq tak ber daya?mampuh tuk menolaknya. maapkan aq yng telah menduakn mu cinta.
MELEPASMU
16 juli 2010
21:20-23:00
pm
ku tahu ku kan kehilangan mu, kehilangan,kau dan aku kita,jika dan perjalanan itu,,,,ku tahu ku kan kehilangan mu suatu saat nanti seatu saat,tidak sekarang,tapi nanti,kapan,entah,tapi pasti,,,ku kan kehilangan mu kehilangan pelukanmu,rindumu,tangismu,malammu,bintangku,gerimismu,badaiku....
ku takut kehilanganmu kehilangan rasa itu kehilangan ruang dan lautan yang biru kehilangan pelangi dan udara yang mengisi kosongku.....kau tahu ku sayang padamu bukan karena,ku tak perlu itu bukan bila,karenamu bukan apapu,hanya aku....kau tahu ku sayang padamu amat sayang dapamu tidak sekarang,tapi selalu tidak kemarin,tapi untukmu ku tahu ku kan kehilanganmu s
suatu saat nanti
suatu saat...nanti
suatu saat dan takkan ada kau lagi
takkan ada kita walau itu amji
takkan ada kita hanya kau,tampaku
dan ku tampamu...sendiri ku tahu ku kan kehilanganmu jadi biarkanlah ku bersamamu malam bersamamu dalam diam,tangisan,kehilangan juga rindu yang tak dapat tergantikan menatapmu dekat,memelukmu erat,ku sayang padamu dan hanya itu dan bila esok tiada kita hanya kau dan aku tiada lagi jika dan semua takkan pernah sama ku hanya ingin kau tahu kau kan tetap ada disini,dihatiku,selalu bukan sekarng,tapi selamanya bukan karena,aku bukan pula karenamu tapi karena ku sayang padamu.....
SK
Q RELA DEMI MELIHAT KAMU BAHAGIA JANGAN JADIKAN Q DURI DALAM BAHAGIA MU SEPAHIT APAPUN JIKA ITU KEJUJURAN Q RELA PERGI Q BANYAK BELAJAR DARI KAMU Q HANCUR KARNA JANJI PALSU KAMU,,,,Q BERUBAH KARNA KAMU KAMU GAK PANTES DAPATIN CINTA Q PEMBOHONG KAMU CEWE MUNAFIK FUCK'U
TAKAN ADA LAGI
M
Mengenalmu......
adalah suatu kebahagiaan.....
Mencintaimu...
Adalah suatu harapan.....
Memelukmu.....
Adalah suatu keinginan.....
Memilikimu.....
Adalah suatu impian....
Melupakanmu....
Tak mungkin bisa kulakukan....
KARNA AKU SAYANG KAMU
Senin, 10 Desember 2012
CERITA INDAH NAMUN TIADA ARTI
C I N T A
Cerita Indah Namun Tiada Arti
Indah Namun Tiada Arti Cerita
Namun Tiada Arti Cerita Indah
Tiada Arti Cerita Namun Indah
Arti Cerita Indah Namun Tiad
Cerita ini berawal dari pandangan pertama dan turun ke hati seperti kebanyakan orang bilang ini disebut sebagai cinta pandangan pertama, dan selanjutnya terserah anda, untuk menjalaninya dengan gaya dan cara masing-masing untuk menjaga kelanggengan hubungan sampai nanti sampai batas waktu yang tak ditentukan.
Namun seiring waktu berjalan, semua yang dialami pasti menghasilkan kenangan untuk esok hari, yang indah bisa memabukkan dan selalu ingin mengulangnya sedangkan yang menyakitkan selalu di maki dan ingin meninggalkan dunia ini, saya yakin seperti itu.
Tiada gading yang tak retak…!! Apa artinya…?? Tidak ada yang sempurna didunia ini, sebaik apapun kita menjaga hubungan dengan pasangan, pasti akan ada saja konflik, baik yang kecil atau pun yang besar, sekarang tergantung pribadi masing-masing, apakah masih tetep pada komitmen atau akan hancur pada saatnya nanti karna keegoisan dan kesombongan salah satu pasangan.
Akhirnya cerita pun berakhir setelah menemui konflik, mungkin dari setiap cerita pasti ada endingnya, semua itu tergantung pemeran akan dibawa kemana..?? Akan dibuat apa sebuah cerita, kebanyakan cerita diharapkan untuk happy ending, namun kenyataan tidak bisa diharapkan sperti itu, kenyataan yang menentukan hasil akhir dari sebuah cerita, maka dari itu memang benar tiada artinya… Contoh: banyak orang yang sudah lama pacaran tapi akhirnya putus juga…!! Sakit hatilah.
The end
Minggu, 09 Desember 2012
CURAHAN HATI
Penantian yang tak berujung....janji palsu yang slalu ku tunggu.....Kasih sayang yang tak di sambut...Kehancuran yang melanda...Penyesalan yang di tangisi...
Meratapi setiap kegagalan hati...Terpuruk dalam kesalahan.... airmata jadi pelengkap kesedihan...
Melangkah tanpa arah.....Kerinduan yang meradang...Kesetiaan yang ternodai dan penghianatan cinta...
Sebenarnya jalan cinta seperti apa yang harus ku jalani,,?
tak adakah cela kebahagiaan yang kecap nantii?
dan ku jadikan cerita terindah terangkai rapi dalam puisii cintaa....
namun,jika cinta memang masalah hati,,,, Biarkanlah ia memilih,,,
Jumat, 07 Desember 2012
RASA SAKIT HATI
gue sayang banget sama loe,tapi apa loe pernah mengerti tentang apa yang gue rasa?please jangan gantung kan hubungan ini.gue butuh kepastian dari loe.jika loe emang dah nggak sayang lagi ma gue...jujur aja .dan gue bakalan ngerti,gue capek dengan semua ini,mungkin sebaik nya gue pergi saja.gue ikhlas gue rela jika dengan kepergian gue itu bisa buat loe bahagi,thanks buat semua apa yang telah loe berikan selama ini,thanks juga dah pernah mau jadi yang terindah dalam hidup gue,mungkin gue emang ngaak pantes buat loe,dan nggak bisa jadi yang terbaik buat loe tapi gue bangga karena gue dah berusaha semampu gue untuk terikan yang terbaik,tak pernah kah kau sadari gue lah yang tersakiti engkau pergi dengan janji mu yang telah kau ingkari tuhan tolong lah gue,hapus rasa cinta ku,gue pun ingin bahagia walau tak bersama dia.kisah cinta ini yang akan menjadi kenangan hidup yang nggak bakal pernah bisa ter lupakan gue mencintai mu hari ini kemarin hari ini dan rasa sakit,pahit,manis telah gue dapat dari kisah ini kata terakhir yang ingin gue sampai kan ke kamu..iam sorry i never meant to hurt you three last words for you...............I..................MISS........................YOU....................thanks for watching
Minggu, 02 Desember 2012
CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA
Kata orang cinta pada pandangan pertama itu biasanya akan jadi pasangan seumur hidup. Atau paling tidak akan jadi kenangan yang paling indah seumur hidupnya. Benar tidaknya kalian sendiri yang menilainya. Sebab kalian sendiri yang mengalaminya.
Menurutku, cinta pada pandangan pertama itu memang indah dan tak terlupakan. Aku sendiri pernah mengalaminya, walau akhirnya dia jadi milik orang lain. Siapa tuh? Siapa yang nanyak? Hehehe :)
Memang terkadang cinta pada pandangan pertama itu tidak selalu mulus jalannya. Selalu ada saja rintangan dan halangan yang menghadang dan menguji kadar cintamu itu. Mulai dari keragu-raguan, ketidakberanian, takut ditolak, dan sebagainya.
Nah menurutku wajar-wajar aja kalau kalian jatuh cinta pada pandangan pertama. Selanjutnya kalian sendiri yang akan menentukan kisahnya. Sweet memory ataukah bad story :)
Yang perlu kita ingat di sini, bahwasanya cinta terindah itu tak mesti cinta pada pandangan pertama. Dan tidak menutup kemungkinan juga cinta pertama itu akan menjadi cinta dan kenangan yang terindah. Balik lagi gimana kita ngejalaninnya. Betul nggak?
Menurutku sih cinta pada pandangan pertama itu terasa lebih berkesan. Dan bukan tidak mungkin akan selalu terngiang-ngiang seumur hidup kita. Hingga bahkan bisa jadi sampai kita menikah dan berumah tangga.
Cinta pada pandangan pertama adalah cinta yang istimewa. Asalkan kita tempatkan pada koridor yang benar dan tetap menjaga kesucian cinta itu sendiri.
Salam cinta terindah!
GADIS MANIS DI HATIKU
Ketika seseorang di beri kepercayaan untukmu, jagalah kepercyaan itu sebaik- baik mungkin seperti halnya kau membawa sebuah telur ditanganmu untuk agar tidak jatuh ke lantai dan akhirnya terbuang sia-sia. Memang mudah menurut kita, akan tetapi sulit untuk kita lakukan.
Hari ini, aku merasa di hianati dengan orang yang selama ini aku cintai,aku sayangi,dan aku impikan. Seandainya dia jujur padaku sebelum aku mengetahuinya lebih dulu, mungkin semuanya tidak seperti ini dan aku bisa mengerti bahkan memaafkannya. Ku coba untuk bersabar dan mngerti atas kesalahan dia akan tetapi hati aku tak bisa untuk kembali meskipun aku masih sayang dan cinta ama dia. Memang sangat singkat kita menjalin hubungan pacaran dengan dia, mungkin 6 bulan aku kenal dengan dia. Akan tetapi terlalu manis untuk dilupakan, dan terlalu banyak kenangan yang aku jalani selama aku masih ada disamping dia. Hingga sulit untuk melupakan kenangan tersebut di pikiranku.
Meskipun hubungan aku sekarang tidak lagi dengan dia tapi aku gak ingin melupakan dia, kita masih bisa berteman walaupun itu sulit memang. karena Kalau kita memang ditakdirkan untuk jodoh kenapa harus enggak kan?? semuanya sudah ada yang mengatur. Kita jalani aja seperti halnya air mengalir.
Dalam perjalan kehidupan bahkan dalam perjalan percintaan kita hanya mencari dua hal yaitu, KEBAHAGIAN dan KETENANGAN. serta di ikuti dengan KEJUJURAN untuk saling terbuka dan KEPERCAYAAN untuk meyakinkan satu sama lain. Yang penting kita selalu semangat untuk hidup, Masih banyak impian yang harus kita capai di hari esok. Kegagalan atau suatu kesalahan bukan berarti kita harus berhenti dan menyerah begitu saja,akan tetapi kita harus berusaha untuk mencoba lagi.... lagi... dan ...lagi untuk mencapai suatu hasil yang maksimal.
setelah kamu baca blog aku ini, kuharap kau mengerti. Disini yang aku inginkan adalah kita saling menyuport satu sama lain dan saling mengingatkan mana yang baik dan buruk untuk kita.
aku selalu ada untukmu
saat bersamamu
Saat bersama mu..
Ku tak harus menjadi orang lain..
Saat bersamamu, ku tak harus bersusah payah untuk mempertahankan kesempurnaan yang ku miliki..
Saat bersamamu, ku bisa meluapkan semua emosi ku..
Saat besama mu, ku bisa berbagi cerita dan berpegang saat ku goyah..
Saat bersama mu, ku bisa tersenyum saat ku lupa untuk bahagia..
Saat bersamamu, ku tak perlu cemas kau akan menyukai sahabat ku atau bahkan saudaraku..
Saat bersamamu, ku bisa menjadikan hal yang paling sulit dihidupku menjadi hal yang paling mudah..
Saat bersamamu ku merasa seperti orang yang bisa diandalkan..
Saat bersamamu, ku bisa menjadikan sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin..
Saat bersamamu, ku tak perlu berfikir panjang untuk menceritakan semua rahasia yang ku miliki..
Saat bersamamu, ku menjadi seorang wanita yang paling cantik dan menjadi wanita yang paling beruntung didunia sekaligus..
Saat bersamamu, ku tak harus selalu berbohong..
Saat bersamamu, adalah hal yang tak bisa ku miliki saat ku bersama orang lain..
Kau bisa menjadi air saat dalam kering..
Kau bisa menjadi hujan dimusim kemarau..
Kau bisa menjadi daging saat hanya ada tulang..
Kau bisa menjadi cahaya, saat kegelapan mulai menguasai duniaku..
Kau bisa menjadi panas saat dingin tak terkendali lagi..
Kau mengajarkanku tentang keterbatasan..
Kau yang selalu ada untukku..
Kau yang selalu membatasiku hingga ku tak bisa bernafas, namun ku tau itu karena kau takut kehilanganku..
Kau yang mengajarkan ku ketegasan..
Kau memberikanku pengertian tentang kekurangan..
Dan kau memberitahuku apa itu kesederhanaan..
Kau juga mengajarkan pengertian “aku bisa” pada ku..
Kau yang selalu memaksaku untuk berfikir secara logis..
Dan kau tak pernah berhenti untuk memberikanku kesempatan..
Dan tak pernah menyerah memberikanku kepercayaan..
Karena saat bersamamu, adalah hal terindah yang pernah ku miliki..
Karena kau bahagia ku..
Karena kau bisa memberikan tenang saat kegalauan mulai mengusikku..
Karena kau tujuan hidupku..
Karena saat bersamamu adalah lebih dari indah..
Karena kau adalah lebih dari yang indah..
Jumat, 30 November 2012
Rabu, 28 November 2012
janji seorang sahabat
JANJI SEORANG SAHABAT…!!
sahabatku.
di dunia,
kau lah,
temanku,
ketika duka & sepi,
sahabatku ketahui lah,
aku menghargaimu,
biar pun kau,
sedikit pun tidak mempedulikanku,
aku,
kau anggap sebagai penghalangmu,
bukan begitu sahabat,
aku menyayangi mu,
aku,
saggup berkoban,
agar dikau senang-lenang,
bukan itu kah yg diajar muhammad…?
sayangi teman…?
sahabatku ketahuilah,
aku sanggup berkorban,
demi sahabatku,
yg ku sayang,
yg ku kenanag selalu..
iaitu,
sahabatku…..
sekian terima kasih….!!!
janji terakhir
JANJI TERAKHIR
Pagi ini dia datang menemuiku, duduk di sampingku dan tersenyum menatapku. Aku benar-benar tak berdaya melihat tatapan itu, tatapan yang begitu hangat, penuh harap dan selalu membuatku bisa memaafkannya. Aku sadar, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dia., meski dia sering menyakiti hatiku dan membuatku menangis. Tidak hanya itu, akupun kehilangan sahabatku, aku tidak peduli dengan perkataan orang lain tentang aku. Aku akan tetap memaafkan Elga, meskipun dia sering menghianati cintaku.
“Aku gak tau harus bilang apa lagi, buat kesekian kalinya kamu selingkuh! Kamu udah ngancurin kepercayaan aku!”
Aku tidak sanggup menatap matanya lagi, air mataku jatuh begitu deras menghujani wajahku. Aku tak berdaya, begitu lemas dan Dia memelukku erat.
“Maafin aku Nilam, maafin aku! Aku janji gak akan nyakitin kamu lagi. Aku janji Nilam. Aku sayang kamu! Please, kamu jangan nangis lagi!”
Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi selain memaafkannya, aku tidak ingin kehilangan Elga, aku sangat mencintainya.
Malam ini Elga menjemputku, kami akan kencan dan makan malam. Aku sengaja mengenakan gaun biru pemberian Elga dan berdandan secantik mungkin. Kutemui Elga di ruang tamu, Dia tersenyum, memandangiku dari atas hingga bawah.
“Nilam, kamu cantik banget malam ini.”
“Makasih. Kita jadi dinner kan?”
“Ya tentu, tapi Nilam, malam ini aku gak bawa mobil dan mobil kamu masih di bengkel, kamu gak keberatan kita naik Taksi?”
“Engga ko, ya udah kita panggil Taksi aja, ayo.”
Dengan penuh semangat aku menggandeng lengan Elga. Ini benar-benar menyenangkan, disepanjang perjalanan Elga menggenggam erat tanganku, aku bersandar dibahu Elga menikmati perjalanan kami dan melupakan semua kesalahan yang telah Elga perbuat padaku.
Kami berhenti disebuah Tenda di pinggir jalan. Aku sedikit ragu, apa Elga benar-benar mengajakku makan ditempat seperti ini. Aku tahu betul sifat Elga, dia tidak mungkin mau makan di warung kecil di pinggir jalan.
“Kenapa El? Mienya gak enak?”
“Enggak ko, mienya enak, Cuma panas aja. Kamu gak apa-apa kan makan ditempat kaya gini Nilam?”
“Enggak. Aku sering ko makan ditempat kaya gini. Mie ayamnya enak loch. Kamu kunyah pelan-pelan dan nikmati rasanya dalam-dalam.”
Aku yakin, Elga gak pernah makan ditempat kaya gini. Tapi sepertinya Elga mulai menikmati makanannya, dia bercerita panjang lebar tentang teman-temannya, keluarganya dan banyak hal.
Dua tahun bersama Elga bukan waktu yang singkat, dan tidak mudah untuk mempertahankan hubungan kami selama ini. Elga sering menghianati aku, bukan satu atau dua kali Elga berselingkuh, tapi dia tetap kembali padaku. Dan aku selalu memaafkannya, itu yang membuatku kehilangan sahabat-sahabatku. Mereka benar, aku wanita bodoh yang mau dipermainkan oleh Elga. Meskipun kini mereka menjauhiku, aku tetap menganggap mereka sahabatku.
Selesai makan Elga Nampak kebingungan, dia mencari-cari sesuatu dari saku celananya.
“Apa dompetku ketinggalan di Taksi?”
“Yakin di saku gak ada?”
“Gak ada. Gimana dong?”
“ya udah, pake uang aku aja. Setiap jalan selalu kamu yang traktir aku, sekarang giliran aku yang traktir kamu. Ok!”
“ok. Makasih ya sayang, maafin aku.”
Saat di kampus, aku bertemu dengan Alin dan Flora. Aku sangat merindukan kedua sahabatku itu, hampir empat bulan kami tidak bersama, hingga saat ini mereka tetap sahabat terbaikku. Saat berpapasan, Alin menarik tanganku.
“Nilam, kamu sakit? Ko pucet sich?”
Alin bicara padaku, ini seperti mimpi, Alin masih peduli padaku.
“Engga, Cuma capek aja ko Lin. Kalian apa kabar?”
“Jelas capek lah, punya pacar diselingkuhin terus! Lagian mau aja sich dimainin sama cowok playboy kaya Elga! Jangan-jangan Elga gak sayang sama kamu? Ups, keceplosan.”
“Stop Flo! Kasian Nilam! Kamu kenapa sich Flo bahas itu mulu? Nilam kan gak salah.”
“Udah dech Alin, kamu diem aja! Harusnya kamu ngaca Nilam! Kenapa kamu diselingkuhin terus!”
Flora bener, jangan-jangan Elga gak sayang sama aku, Elga gak cinta sama aku, itu yang buat Elga selalu menghianati aku. Selama ini aku gak pernah berfikir ke arah sana, mungkin karena aku terlalu mencintai Elga dan takut kehilangan Elga. Semalaman aku memikirkan hal itu, aku ragu terhadap perasaan Elga padaku. Jika benar Elga tidak mencintaiku, aku benar-benar tidak bisa memaafkannya lagi.
Meskipun tidak ada jadwal kuliah, aku tetap pergi ke kampus untuk mengerjakan tugas kelompok. Setelah larut malam dan kampus sudah hampir sepi aku pun pulang. Saat sampai ke tempat parkir, aku melihat Elga bersama seorang wanita. Aku tidak bisa melihat wajah wanita itu karena dia membelakangiku. Mungkin Elga menghianatiku lagi. Kali ini aku tidak bisa memaafkannya. Mereka masuk ke dalam mobil, aku bisa melihat wanitaitu, sangat jelas, dia sahabatku, Flora….
Sungguh, aku benar-benar tidak bisa memaafkan Elga. Akan ku pastikan, apa Elga akan jujur padaku atau dia akan membohongiku, ku ambil ponselku dan menghubungi Elga.
“Hallo, kamu bisa jemput aku sekarang El?”
“Maaf Nilam, aku gak bisa kalo sekarang. Aku lagi nganter kakak, kamu gak bawa mobil ya?”
“Emang kakak kamu mau kemana El?”
“Mau ke…, itu mau belanja. Sekarang kamu dimana?”
“El! Sejak kapan kamu mau nganter kakak kamu belanja? Sejak Flora jadi kakak kamu? Hah?!!”
“Nilam, kamu ngomong apa sayang? Kamu bilang sekarang lagi dimana?”
“Aku liat sendiri kamu pergi sama Flora El! Kamu gak usah bohongin aku! Kali ini aku gak bisa maafin kamu El! Kenapa kamu harus selingkuh sama Flora El? Aku benci kamu! Mulai sekarang aku gak mau liat kamu lagi! Kita Putus El!”
“Nilam, ini gak…….”
Kubuang ponselku, kulaju mobilku dengan kecepatan tertinggi, air mataku terus berjatuhan, hatiku sangat sakit, aku harus menerima kenyataan bahwa Elga tidak mencintaiku, dia berselingkuh dengan sahabatku.
Beberapa hari setelah kejadian itu aku tidak masuk kuliah, aku hanya bisa mengurung diri di kamar dan menangis. Beruntung Ibu dan Ayah mengerti perasaanku, mereka memberikan semangat padaku dan mendukung aku untuk melupakan Elga, meskipun aku tau itu tak mudah. Setiap hari Elga datang ke rumah dan meminta maaf, bahkan Elga sempat semalaman berada di depan gerbang rumahku, tapi aku tidak menemuinya. Aku berjanji tidak akan memafkan Elga, dan janjiku takan kuingkari, tidak seperti janji-janji Elga yang tidak akan menghianatiku yang selalu dia ingkari.
Hari ini kuputuskan untuk pergi kuliah, aku berharap tidak bertemu dengan Elga. Tapi seusai kuliah, tiba-tiba Elga ada dihadapanku.
“Maafin aku Nilam! Aku sama Flora gak ada hubungan apa-apa. Aku Cuma nanyain tentang kamu ke dia Nilam!
“Kita udah putus El! Jangan ganggu aku lagi! Sekarang kamu bebas! Kamu mau punya pacar Tujuh juga bukan urusan aku!”
“Tapi Nilam…..”
Aku berlari meninggalkan Elga, meskipun aku sangat mencintainya, aku harus bisa melupakannya. Elga terus mengejarku dan mengucapkan kata maaf. Tapi aku tak pedulikan dia, aku semakin cepat berlari dan menyebrangi jalan raya. Ketika sampai di seberang jalan, terdengar suara tabrakan, dan…………
“Elgaaaa…..”
Elga tertabrak mobil saat mengejarku, dia terpental sangat jauh. Mawar merah yang ia bawa berserakan bercampur dengan merahnya darah yang keluar dari kepala Elga.
“Elga, maafin aku!”
“Nilam. Ma-af ma-af a-ku jan-ji jan-ji ga sa-ki-tin ka-mu la-gi a-ku cin-ta ka-mu a-ku ma-u ni-kah sa-ma kam……”
“Elgaaaaaa……”
Elga meninggal saat itu juga, ini semua salahku, jika aku mau memaafkan Elga semua ini takan terjadi. Sekarang aku harus menerima kenyataan ini, kenyataan yang sangat pahit yang tidak aku inginkan, yang tidak mungkin bisa aku lupakan. Elga menghembuskan nafas terakhirnya dipelukanku, disaat terakhir dia berjanji takan menyakitiku lagi, disaat dia mengatakan mencintaiku dan ingin menikah denganku. Dia mengatakan semuanya disaat meregang nyawa ketika menahan sakit dari benturan keras, ketika darahnya mengalir begitu deras membasahi aspal jalanan.
Rasanya ingin sekali menemani Elga didalam tanah sana, menemaninya dalam kegelapan, kesunyian, kedinginan, aku tidak bisa berhenti menangis, menyesali perbuatanku, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.
Satu minggu setelah Elga meninggal, aku masih menangis, membayangkan semua kenangan indah bersama Elga yang tidak akan pernah terulang lagi. Senyuman Elga, tatapan Elga, takan pernah bisa kulupakan.
“Nilam sayang, ini ada titipan dari Ibunya Elga. Kamu jangan melamun terus dong! Kamu harus bangkit! Biar Elga tenang di alam sana. Ibu yakin kamu bisa!”
“Ini salah aku Bu. Aku butuh waktu.”
Kubuka bingkisan dari Ibu Elga, didalamnya ada kotak kecil berwarna merah, mawar merah yang telah layu dan amplop berwarna merah. Didalam kotak merah itu terdapat sepasang cincin. Aku pun menangis kembali dan membuka amplop itu.
Dear Nilam,
Nilam sayang, maafin aku, aku janji gak akan nyakitin kamu, aku sangat mencintai kamu, semua yang udah aku lakuin itu buat ngeyakinin kalo Cuma kamu yang terbaik buat aku, Cuma kamu yang aku cinta.
Aku harap, kamu mau nemenin aku sampai aku menutup mata, sampai aku menghembuskan nafas terakhirku. Dan cincin ini akan menjadi cincin pernikahan kita.
Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin berpisah denganmu Nilam.
Love You
Elga
Air mataku mengalir semakin deras dari setiap sudutnya, kupakai cincin pemberian Elga, aku berlari menghampiri Ibu dan memeluknya.
“Bu, aku udah nikah sama Elga!”
“Nilam, kenapa sayang?”
“Ini!” Kutunjukan cincin pemberian Elga dijari manisku.
“Nilam, kamu butuh waktu nak. Kamu harus kuat!”
“Sekarang aku mau cerai sama Elga Bu!” kulepas cincin pemberian Elga dan memberikannya pada Ibu.
“Aku titip cincin pernikahanku dengan Elga Bu! Ibu harus menjaganya dengan baik!”
Ibu memeluku erat dan kami menangis bersama-sama
menuju kesuksesan
1. Inti Semua Kebijaksanaan Konon, ada seorang raja muda yang pandai. Ia memerintahkan semua mahaguru terkemuka dalam kerajaannya untuk berkumpul dan menulis semua kebijaksanaan dunia ini. Mereka segera mengerjakannya dan empat puluh tahun kemudian, mereka telah menghasilkan ribuan buku berisi kebijaksanaan. Raja itu, yang pada saat itu telah mencapai usia enam puluh tahun, berkata kepada mereka, “Saya tidak mungkin dapat membaca ribuan buku. Ringkaslah dasar-dasar semua kebijaksanaan itu.” Setelah sepuluh tahun bekerja, para mahaguru itu berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dunia dalam seratus jilid. “Itu masih terlalu banyak,” kata sang raja. “Saya telah berusia tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu ke dalam inti yang paling dasariah. Maka orang-orang bijak itu mencoba lagi dan memeras semua kebijaksanaan di dunia ini ke dalam hanya satu buku. Tapi pada waktu itu raja berbaring di tempat tidur kematiannya. Maka pemimpin kelompok mahaguru itu memeras lagi kebijaksanaan-kebijaksanaan itu ke dalam hanya satu pernyataan, “Manusia hidup, lalu menderita, kemudian mati. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah cinta.” 2. Janganlah Memaksa Seorang kakek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya di jalan pinggiran pedesaan. Mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu mengambilnya dan mengamat-amatinya. Kura-kura itu segera menarik kakinya dan kepalanya masuk di bawah tempurungnya. Si anak mencoba membukanya secara paksa. “Cara demikian tidak pernah akan berhasil, nak!” kata kakek, “Saya akan mencoba mengajarimu.” Mereka pulang. Sang Kakek meletakkan kura-kura di dekat perapian. Beberapa menit kemudian, kura-kura itu mengeluarkan kakinya dan kepalanya sedikit demi sedikit. Ia mulai merangkak bergerak mendekati si anak. “Janganlah mencoba memaksa melakukan segala seuatu, nak!” nasihat kakek, “Berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.” 3. Melawan Diri Sendiri Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start. Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda. Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri. Ia bertading dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri. 4. Kepercayaan Diri Banyak orang pandai menyarankan agar kita memiliki suatu kepercayaan diri yang kuat. Pertanyaannya adalah diri yang manakah yang patut kita percayai? Apakah panca indera kita? Padahal kejituan panca indera seringkali tak lebih tumpul dari ujung pena yang patah. Apakah tubuh fisik kita? Padahal sejalan dengan lajunya usia, kekuatan tubuh memuai seperti lilin terkena panas. Ataukah pikiran kita? Padahal keunggulan pikiran tak lebih luas dari setetes air di samudera ilmu. Atau mungkin perasaan kita? Padahal ketajaman perasaan seringkali tak mampu menjawab persoalan logika. Lalu diri yang manakah yang patut kita percayai? Semestinya kita tak memecah-belah diri menjadi berkeping- keping seperti itu. Diri adalah diri yang menyatukan semua pecahan-pecahan diri yang kita ciptakan sendiri. Kesatuan itulah yang disebut dengan integritas. Dan hanya sebuah kekuatan dari dalam diri yang paling dalam lah yang mampu merengkuh menyatukan anda. Diri itulah yang patutnya anda percayai, karena ia mampu menggenggam kekuatan fisik, keunggulan pikiran dan kehalusan budi anda. 5. Kitalah yang menciptakan masalah Masalah rumah tangga memang tidak pernah habis di kupas, baik di media cetak, radio, layar kaca, maupun di ruang-ruang konsultasi. “Dari soal pelecehan seksual, selingkuh, istri dimadu, sampai suami yang tidak memenuhi kebutuhan biologis istri.” Ujar seorang konsultan spiritual di Jakarta. Kebetulan, teman dekatnya punya masalah. Ceritanya, seiring dengan pertambahan usia, plus karir istri yang menanjak, kehidupa perkawinannya malah mengarah adem. Seperti ada sesuatu yang tersembunyi. Keakraban dan keceriaan yang dulu dipunya keluarga ini hilang sudah. Si istri seolah disibukkan urusan kantor. ‘Apa yang harus aku lakukan,” ungkapan pria ini. Konsultasi spiritual itu menyarankan agar dia berpuasa tiga hari, dan tiap malam wajib shalat tahajud dan sujud shalat syukur. “Coba lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, Insya Allah masalahanya terang. Setelah itu, kamu ajak omong istrimu di rumah.” Ia menyarankan. Oke. Sebuah saran yang mudah dipenuhi. Tiga hari kemudian, dia mengontak istrinya. “Bagaimana kalau malam ini kita makan di restoran,” katanya. Istriny tidak keberatan. Makanan istimewa pun dipesan, sebagai penebus kehambaran rumah tangganya. Benar saja. Di restoran itu, istrinya mengaku terus terang telah menduakan cintanya. Ia punya teman laki-laki untuk mencurahkan isi hati. Suaminya kaget. Mukanya seakan ditampar. Makanan lezat di depanya tidak di sentuh. Mulutnya seakan terkunci, tapi hatinya bergemuruh tak sudi menerima pengakuan dosa” itu. Pantas saja dia selalu beralasan capek, malas, atau tidak bergairah jika disentuh. Pantas saja, suatu malam istrinya pura-pura tidur sembari mendekap handphone, padahal alat itu masih menampakkan sinyal—pertanda habis dipakai berhubungan dengan seseorang. Itu pula, yang antara lain melahirkan kebohongan demi kebohongan. Tanpa diduga, keterusterangan itu telah mencabik-cabik hati pria ini. Keterusterangan itu justru membuahkan sakit hati yang dalam. Atau bahkan, lebih pahit dari itu. Hti pria ini seakan menuntut, “Kalau saja aku tidak menuntut nasihatmu, tentu masalahnya tidak separah ini.” Si konsultan yang dituding, “Ikut menjebloskan dalam duka.” Meng-kick balik. “Bukankah sudah saya sarankan agar mengajak istrimu ngomong di rumah, bukan di restoran?” Buat orang awam, restoran dan rumah sekedar tempat. Tidak lebih. Tapi, dimata si paranormal, tempat membawa “takdir”tersendiri. Dan itulah yang terjadi. Keterusterangan itu tak bisa dihapus. Ia telah mencatatkan sejarah tersendiri. Maka jalan terbaik menyikapinya adalah seperti dikatakan orang bijak, “Jangan membiasakan diri melihat kebenaran dari satu sisi saja.” Kayu telah menjadi arang. Kita tidak boleh melarikan diri dari kenyataan, sekalipun pahit. Kepalsuan dan kebohongan tadi bisa jadi merupakan bagian dari perilaku kita jua. “Kita selalu lupa bahwa kita bertanggung jawab penuh atas diri kita sendiri. Kita yang menciptakan masalah, kita pula yang harus meyelesaikannya.” Kata orang bijak. Pahit getir, manis asam, asin hambar, itu sebuah resiko. Memang kiat hidup itu tak lain adalah piawai dan bijak dalam memprioritaskan pilihan. 6. Kelenturan Sikap Bila anda menganggap bahwa mengatasi setiap persoalan butuh kekuatan pendirian, ketangguhan otot, dan kekerasan kemauan, maka anda separuh benar. Sebuah batu cadas yang keras hanya bisa segera dihancurkan dengan mengerahkan segenap daya kuat. Oleh karenanya, banyak orang melatih diri agar semakin kuat, semakin tangguh dan semakin tegar. Namun, seringkali kenyataan tak bisa dihadapi dengan pendirian kuat, atau diatasi dengan ketangguhan otot, atau dipecahkan dengan kemauan keras. Ada banyak hal yang tak bisa anda terima, namun harus anda terima. Maka, senantiasa anda membutuhkan sebuah kelenturan sikap. Bukanlah kelenturan sikap pertanda kelemahan, melainkan sebuah kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu sebagaimana ia ada. Bila anda menganggap bahwa mengatasi persoalan adalah dengan menerima persoalan itu, maka anda menemukan separuh benar yang lain. Read more at: http://operatorku.blogspot.com/2012/10/cerita-motivasi.html Copyright by operatorku.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Senin, 26 November 2012
sesuwatu
Untuk membentuk agar bulu kemaluanku tumbuh dengan rapih, suatu hari timbul niat isengku untuk mencukur total. Kusiapkan alat-alat dahulu sebelum kumulai aksinya. Mulai dari gunting, kaca cermin, lampu duduk, dan koran bekas untuk alas agar bekas cukuran tidak berantakan kemana-mana. Kupasang cermin seukuran buku tulis tepat di depan kemaluanku untuk melihat bagian bawah yang tidak terlihat secara langsung. Tidak lupa pula kunyalakan lampu duduk di antara selangkanganku. Kumulai pelan-pelan, kugerakkan pisau cukur dari atas ke bawah.
Baru mulai aku menggoreskan pisau cukur itu, aku dengar suara langkah masuk ke kamarku, segera aku lihat bayangan di kaca buffet, tidak jelas benar, tapi aku bisa menebaknya bahwa dia adalah si Eni, kemenakan dari ibu kost.
Aku bingung juga, mau membereskan perangkat ini terlalu repot, tidak sempat. Memang aku melakukan kesalahan fatal, aku lupa mengunci pintu depan ketika kumulai kegiatan ini. Akhirnya dalam hitungan detik muncul juga wajah si Eni ke dalam kamarku. Dalam waktu yang singkat itu, aku sempat meraih celana dalamku untuk menutupi kemaluanku. Sambil meringis berbasa-basi sekenanya.
"He... he... ada apa En..?" sapaku gelagapan.
"Eh, Mas Adi lagi ngapain..?" kata Eni yang nampaknya juga sedang menyembunyikan kegugupannya.
Si Eni memang akrab dengan saya, dia sering minta bimbingan dalam hal pelajaran di sekolahnya. Khususnya pada mata pelajaran matematika yang memang menjadi kegemaranku. Eni sendiri masih sekolah di SMU. Berkata jorok memang sering kami saling lakukan tetapi hanya sebatas bicara saja. Apalagi Eni juga menanggapinya, dengan perkataan yang tidak kalah joroknya. Tapi hanya sebatas itulah.
Kembali pada adegan tadi, dimana aku tengah kehabisan akal menanggapi kehadirannya yang memergokiku sedang mencukur bulu kemaluan. Akhirnya kubuka juga kekakuan ini.
"Enggak apa-apa En, biasa... kegiatan rutin."
"Apaan sih..?"
"Eni sudah berusia 17 tahun belum..?"
"Emangnya kenapa kalau udah..?" kata Eni masih berdiri dengan canggung sambil terus menatapku dengan serius.
"Gini En, aku khan lagi nyukur ini nih, aku minta tolong kamu bantuin aku. Soalnya di bagian ini susah nyukur sendiri..." kataku sambil kuulurkan pisau cukur padanya.
"Mas Adi, ih..!" tapi ia terima juga pisau cukurnya, sambil duduk di dekatku.
Aku angkat celana yang tadi hanya kututupkan di atas kemaluanku.
"Eni tutup dulu pintunya yach Mas..?"
Dia menutup pintu depan dan pintu kamar. Sebenarnya masih ada pintu belakang yang langsung menuju ke dapur rumah induk. Namun pada jam segini aku yakin bahwa tidak ada orang di dalam. Selesai Eni menutup pintu, dia agak kaget melihat kemaluanku terbuka, sambil menutup mulutnya ia meminta agar aku menutupnya.
"Tutup itunya dong..!" katanya dengan manja.
Aku katupkan kedua pahaku, batang kemaluanku aku selipkan di antaranya, sehingga tidak terlihat dari atas, sedangkan bulunya terlihat dengan jelas.
"Nah begini khan nggak terlihat..." kataku, dan Eni nampaknya setuju juga.
Eni ragu-ragu untuk melakukannya, namun segera aku yakinkan.
"Nggak apa-apa En, kamu khan sudah 17 tahun, berarti sudah bukan anak-anak lagi, lagian khan cuman bulu, kamu juga punya khan, udah nggak apa-apa. Nanti kalau aku sakit, aku bilang deh.."
"Bukannya apa-apa, aku geli hi.. hi.." sambil cekikikan.
Dengan super hati-hati dia gerakkan juga pisau cukur mulai menghabisi bulu-bulu kemaluanku. Karena terlalu hati-hatinya maka ia harus melakukannya dengan berulang-ulang untuk satu bagian saja.
Sentuhan-sentuhan kecil tangannya di pahaku mulai menimbulkan getaran yang tidak bisa kusembunyikan. Dan ini membuat
kemaluanku
semakin tegang, tidak hanya itu, hal ini juga menyebabkan siksaan tersendiri. Dengan posisi tegang dan tercepit di antara pahaku menjadikan
kemaluanku
semakin pegal. Sampai akhirnya tidak bisa kutahan, kukendorkan jepitan kedua pahaku, sehingga dengan cepat meluncurlah sebuah tongkat panjang dan keras mengacung ke atas menyentuh tangan Eni yang masih sibuk mempermainkan pisau cukurnya.
Begitu tersentuh tangannya oleh benda kenyal panas
kemaluanku
, dia kaget dan hampir berteriak.
"Oh, apa ini Mas..? Kok dilepas..?" katanya gugup ketika menyadari bahwa batang
kemaluanku
lepas dari jepitan dan mengarah ke atas.
"Iya En. Habis nggak tahan. Nggak apa-apa deh, dihadapan cewek harus kelihatan lebih gagah gitu.."
"Mas Adi sengaja ya..?"
"Suer.., ini cuma normal."
Eni masih memperhatikan
kemaluanku
yang sudah besar dan kencang dengan wajah yang sulit digambarkan. Antara takut dan ingin tahu. Lalu dia raih kain yang ada di dekatku untuk menutupinya.
"Kenapa ditutup En..?"
"Aku takut, abis punya Mas Adi besar banget.""Emangnya Eni belum pernah melihat kemaluan laki-laki..?" tanya saya.
Eni diam saja, tapi digelengkan kepalanya dengan lemah.
"Ayo deh diteruskan," bisikku.
Kali ini Eni menjadi super hati-hati mencukurnya. Mungkin takut tersentuh
kemaluanku
. Sedangkan aku sangat ingin tersentuh olehnya. Tapi aku khawatir dia semakin takut saja. Akhirnya kubiarkan saja dia menyelesaikan tugasnya dengan caranya sendiri.
Akhirnya harapanku sebagian terkabul juga. Ketika Eni mulai mencukur bulu bagian samping kemaluanku, mau tidak mau dia harus menyingkirkan
kemaluanku
.
"Maaf ya Mas..!" dengan tangan kirinya ia mendorong
kemaluanku
yang masih tertutup kain bagian atasnya ke arah kiri, sehingga bagian kanannya agak leluasa. Untuk lebih membuka areal ini, aku rebahkan tubuhku dan kubentangkan sebelah kakiku.
Eni dengan sabar memainkan pisau cukurnya membersihkan bulu-bulu yang menempel di sekitar
kemaluanku
, nafasnya mulai memburu, dan kutebak saja bahwa dia juga sedang horny. Walaupun masih dengan ragu-ragu dia tetap memegang
kemaluanku
. Didorong ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke bawah. Aku hanya merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tanpa kusadari kain penutup kepala kemaluanku sudah tersingkap, dan ini nampaknya dibiarkan saja oleh Eni, yang sekali-kali melirik juga ke arah kepala
kemaluanku
yang mulus dan besar itu.
Lama-kalamaan, Eni semakin terbiasa dengan benda menakjubkan itu. Dengan berani, akhirnya dia singkapkan kain yang menutup sebagian
kemaluanku
itu. Dengan terbuka begitu, maka dengan lebih leluasa dia dapat menyantap pemandangan yang jarang terjadi ini. Aku diam saja, karena aku sangat menyukainya serta bangga mendapat kesempatkan untuk mempertontonkan batang
kemaluanku
yang lumayan besar.
"Udah bersih Mas..."
Kulihat
kemaluanku
sudah pelontos, gundul. Wah, jelek juga tanpa bulu, pikirku.
"Di bawah bijinya udah belum En..?" aku pura-pura tidak tahu bahwa di daerah itu jarang ada bulu.
Lalu dengan hati-hati ia sigkapkan kedua bijiku ke atas. Uh, rasanya enak sekali.
"Udah bersih juga Mas..." ia mengulanginya.
Katanya datar saja. Menandakan bahwa hatinya sedang ada kecamuk. Aku tarik lengannya, dan dengan sengaja kusenggol payudaranya, dan kukecup keningnya.
"Terima kasih ya En..!"
Tanpa kusadari, sejak dia memberanikan diri mencukur bulu kemaluanku tadi, buah dadanya yang berukuran sedang terus menempel pada dengkulku. Begitu kukecup keningnya, dia diam saja, mematung sambil menundukkan mukanya. Lalu kuangkat dagunya dan kucium bibirnya, kupeluk sepuas-puasnya. Keremas paudaranya dan nafasnya makin memburu. Aku raih
kemaluan
nya tapi dia diam saja, kuselipnkan satu jarinya dari sela-sela celana dalamnya. Wah, ternyata sudah basah bukan main. Namun Eni segera terkejut, dan melepaskan diri dariku. Disun pipiku, dan dia segera lari ke rumah induk lewat pintu belakang.
Aku benar-benar puas, kupandangi tampang
kemaluan
gundulku yang masih tegak.
"Suatu saat nanti engkau akan mendapat bagiannya..." kataku dalam hati.
Sejak peristiwa itu, kami memang tidak pernah bertemu dua mata dalam suasana yang sepi. Selalu saja ada orang lain yang hilir mudik di kamarku. Sampai akhirnya liburan datang dan kami semua masing-masing pulang kampung untuk beberapa waktu. Liburan sekolah sudah selesai, Eni sudah datang lagi setelah berlibur ke rumah orang tuanya di Tabanan, Bali. Begitu juga aku yang datang sebelum masa kuliahku dimulai.
Waktu itu hujan deras. Eni masih berada di kamarku (suasananya sepi karena tidak ada orang sama sekali, termasuk di rumah induk) untuk minta bimbingan atas pelajarannya. Begitu selesai, Eni menyandarkan tubuhnya ke dadaku sambil berkata.
"Mas, itunya sudah tumbuh lagi belum..? Hi... hi..." sambilnya ketawa cekikikan.
"Oh, itu..? Lihat aja sendiri." sambil kupelorotkan celana pendekku sampai lepas, dan kemaluanku yang masih lunglai menggantung.
"Mas Adi ih, ngawur..." katanya.
Tapi walaupun demikian, ia santap juga pemandangan itu sambil menyibakkan sebagian T-Shirt-ku yang menutupi daerah itu. Bulu-bulu yang sudah rapih memenuhi lagi sekitar
kemaluanku
, segera terlihat dengan jelas.
"Nah, begitu khan lebih oke..." katanya.
"Aku kapok En, nggak mau nyukur plontos lagi."
"Kenapa Mas..?"
"Waktu mau numbuh. Bulunya tajam-tajam dan itu menusuk batangku."
"Habis Mas Adi sukanya macem-macem sih..!" sambil terus memandang
kemaluanku
yang masih tergantung lunglai, "Mas, kok itunya lemes sih..?"
"Iya En, sebentar juga gede, asal diusap-usap biar seneng."
"Ah Mas Adi sih senengnya enak terus."
Walaupun berkata seperti itu, mau juga Eni mulai memegang
kemaluanku
dan digerak-gerakkan ke kanan dan ke kiri. Membuat batang
kemaluanku
semakin besar, keras dan mengacung ke atas. Eni makin menyandarkan kepalanya ke dadaku. Dan langsung saja saya peluk dia, sedemikian rupa hingga payudaranya tesentuh tangan kiriku. Rupanya Eni tidak pakai BH, sehingga kekenyalan payudaranya langsung terasa olehku. Kupermainkan payudaranya, aku pencet, menjadikan Eni terdiam seribu bahasa tetapi nafasnya semakin cepat. Demikian pula Eni dengan hati-hati memainkan
kemaluankun dia menanggapinya dengan tidak kalah agresifnya. Barangkali inilah suatu yang ditungu-tunggu. Aku lepas blouse-nya, dan payudaranya yang masih kencang dan mulus dengan putingnya yang kecil berwarna coklat muda segera terpampang dengan jelas. Karena tidak tahan, aku langsung menciuminya. Hal ini menjadikan Eni semakin menggeliatkan tubuhnya, tandanya dia merasa nikmat. Aku ikuti dia ketika dia mambaringkan tubuhnya di tempat tidur. Aku hisap-hisap putting payudaranya, sementara rok dan celananya kupelorotkan. Eni setuju saja, hal ini ditunjukkan dengan diangkatnya pantat untuk memudahkanku melepaskan pakaian yang tersisa.
Begitu pakaian bagian bawah terlepas, segera tersembul bukit mungil di antara selangkangannya, rambutnya masih jarang, nyaris tidak kelihatan. Sekilas hanya terlihat lipatan kecil di bagian bawahnya. Pemandangan ini sungguh membuat nafsuku semakin memuncak. Begitu kuraba bagian itu, terasa lembut. Makin dalam lagi barulah terasa bahwa dia sudah banyak berair. Eni masih merem-melek, tangannya tidak mau lepas dari
kemaluanku
. Begitu pula ketika kulepas pakaianku. Tangan Eni tidak mau lepas dari alat vitalku yang semakin keras saja.
Begitu aku sudah dalam keadaan bugil, aku kembali mempermainkan
kemaluan
nya, ketika jari tengahku mau memasuki vaginanya yang sudah banjir itu. Pinggulnya
, masih terus dibolak-balik, ke kanan dan ke kiri.
Aku cium bibir Eni, da digoyangkannya tanda mengelak, aku hampir putus asa
cinta pada pandangan pertama
Aku tak tahu apa yang kurasakan, tapi jika engkau memaksa dan engkau harus tahu, maka harus ku akui bahwa … aku mencintaimu.
selalu sabar di sebuah penantiaan
hari hari aku jalani sendiri,kadang aku merasa berat melangkah tuk meninggalkan sebuah jawaban yang harus aku jalani selama ini..kadang aku merasa bodoh menunggu yang mungkin tak akan ujung datang.
tuhan jika ini memang jalan hidupku agar selalu sabar menunggu aku ikhlas menjalaninya dengan senang hati karna aku pingin menemukan cinta sejati ku lagi aku tau dan percaya sama allah semoga penantiaan ku cepat berakhir.amin
Langganan:
Komentar (Atom)

























